Transformasi Pendidikan

0
28

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya menghormati peran penting guru dalam pendidikan karakter bangsa. Melalui perayaan ini, masyarakat diharapkan senantiasa mengingat dan menghormati karya nyata para guru, yang telah mengukir wajah masa depan bangsa.

Guru merupakan sosok yang bertugas menyiapkan masa depan anak bangsa. Oleh sebab itu, karya guru menjadi penentu dasar masa depan Indonesia. Sebagai pejuang pendidikan, guru merupakan sosok yang tidak pernah lelah untuk berkarya. Mereka berupaya bekerja lebih kreatif dan cerdas tanpa peduli jarak dan waktu yang ditempuh, karena itulah, guru menjadi mulia karena karyanya. Guru bukan hanya sekadar pendidik maupun pengajar. Mereka menjadi bagian penting karena dianggap sebagai seorang transformer, yang menjadikan murid-muridnya mengalami perubahan besar.

Nabi Muhammad SAW adalah sosok transformer pendidikan yang layak untuk diteladani, selain sebagai pendidik beliau juga menjadi komunikator, konselor dan motivator bagi murid-muridnya. Beliau menjelaskan bahwa mengajar bukan hanya sekadar transfer ilmu, tetapi memberikan nasehat kepada murid (counseling) serta memberikan motivasi yang dahsyat, maka tak heran ihwal kebenaran beliau memiliki murid-murid yang handal dan tangguh. Dengan kata lain, menjadi guru berarti memerlukan skill dan tehnik-tehnik bagaimana caranya menjelaskan atau memberikan pengertian agar dapat mendorong murid-muridnya mampu memotivasi diri mereka sendiri.

Diriwayatkan dari Anas r.a., dia berkata: Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik akhlaknya. Pada suatu hari beliau mengutusku untuk suatu keperluan, lalu aku katakan, “Demi Allah, aku tidak akan pergi!” tetapi aku katakan dalam hati bahwa aku akan pergi untuk melaksanakan perintah Nabi SAW. Kemudian aku keluar, sehingga aku melewati anak-anak yang sedang bermain di pasar, tiba-tiba Rasulullah SAW menepuk tengkukku dari belakang. Kata Anas: Aku melihat beliau sedang tersenyum lalu beliau mengatakan: “Hai Unais (si Anas kecil), apakah kamu sudah pergi untuk melaksanakan apa yang aku perintahkan kepadamu?” “Ya, aku akan pergi, Ya Rasulullah.” Kata Anas: Demi Allah, sembilan tahun lamanya aku mengabdi kepada rasulullah saw., tidak pernah aku ketahui beliau menegurku dengan ucapan: “Mengapa kamu tidak melakukan begini dan begitu?”

Hadist tersebut menjelaskan bahwa tehnik Rasulullah saw ketika menegur muridnya tidak berkata dengan gaya tanya, beliau memperbaiki kesalahan murid dengan menjelaskan perbuatan yang betul saja. Kesalahan tersebut tidak dikaitkan dengan siapapun, walaupun ada yang bersalah. Dengan kata lain, menunjukan metode yang benar dalam komunikasi agar dapat mendorong muridnya menjadi cemerlang. Strategi tersebut dilakukan, upaya menghindari tekanan dan paksaan terhadap murid.

Di tengah banyaknya pelatihan pembangunan sumber daya manusia dalam berbagai bidang yang menggunakan aplikasi, teori-teori, prinsip, strategi dan tehnik yang dibangun oleh pakar-pakar psikolog barat sebagai pendekatan pendidikan. Nabi Muhammad saw sejak 1400 tahun yang lalu, telah menjelaskan tehnik mendorong perubahan tingkah laku dan meningkatkan prestasi orang yang ada disekelilingnya, jauh sebelum bermunculan para ahli pendidikan dan sarjana psikolog Barat.

Rasulullah saw tidak mengatakan salah untuk mengajarkan suatu pekerjaan yang benar, dapat mendamaikan perselisihan dua orang murid dengan menggunakan kalimat keutamaan masing-masing murid, tidak menasehati orang yang salah di tempat umum, memberikan santunan kepada yang bersalah dengan sifat lemah lembut. Beberapa strategi itulah, yang menjadikan Rasulullah saw sebagai sosok pendidik yang paling berpengaruh.

Inilah bebarapa hal yang harus diteladani oleh para guru dalam mencetak manusia yang berkarakter, semoga para guru dapat menjadi pelopor kemajuan bangsa di masa depan. Wallahu A’lam Bissawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here